Guppy berasal dari keluarga Poeciliidae. Ikan ini pertama kali ditemukan di Venezuela, Guyana, dan sebagian kepulauan Karibia pada tahun 1859 oleh Wilhem C.H. Peters, seoran ahli ilmu ikan berkebangsaan Jerman. Awal ditemukannya, ikan hias ini diberi nama ilmiah Lebistes reticulate, lalu diubah kembali menjadi Poecilia reticulate. Nama guppy sendiri diberikan sebagai penghormatan kepada Robert John Lechmere Guppy yang berjasa menemukan jenis guppy baru dengan warna yang lebih indah daripada guppy-guppy yang telah ada sebelumnya.Daya tarik guppy terletak pada ukurannya yang mungil dan warnanya yang indah. Di habitat aslinya, ikan ini tumbuh dan berkembang diperairan tawar dan beberapa diantaranya juga ada yang hidup diperairan payau. Diawal penyebarannya di Singapura, guppy digunakan untuk mengontrol populasi nyamuk di rawa hutan bakau. Pada perkembangannya, guppy liar terus berkembang biak di tempat umum seperti saluran air, got, sungai, dan kanal.
Guppy merupakan ikan yang membuahi telur-telurnya di dalam tubuh induknya. Ukuran guppy jantan biasanya lebih pendek daripada guppy betina, tetapi warna guppy jantan lebih indah dan bervariasi. Ekor guppy jantan juga lebih lebar mirip kipas, sedangkan ekor betina lebih sempit. Makanan utamanya adalah plankton dan bahan organik, ada juga sebagian yang memakan dedaunan (herbivora).
Jenis-jenis Guppy :
Saat ini terdapat ribuan jenis guppy dengan berbagai bentuk, warna, dan corak. Dari ribuan jenis tersebut terdapat empat warna dasar guppy yang dapat berkembang biak menjadi variasi-variasi warna yang lebih menarik. Keempat warna tersebut adalah abu-abu (grey), emas (gold), pirang (blonde), dan albino. Secara garis besar, guppy dikelompokkan berdasarkan bentuk ekor dan bersarkan corak warna tubuh.
Berdasarkan bentuk ekornya ada beberapa jenis guppy, yaitu delta tail yang memiliki ekor pendek, guppy veil tail yang memiliki ekor berbentuk segitiga dengan bentuk melebar di ujungnya, guppy ribbon yang memiliki pita dibawah perut, guppy swallow memiliki ekor yang membelah di ujungnya, dan guppy sword tail yang bagian bawah atau atas ekornya lebih panjang daripada bagian bawahnya.
Sementara itu, beberapa jenis guppy berdasarkan corak warna tubuhnya antara lain single coler yang memiliki warna merata pada seluruh tubuhnya (contohnya guppy full red, full black, black moscow, blue moscow, hijau, dan putih), guppy bi color yang memiliki dua warna pada tubuhnya, guppy mosaic yang memilki berbagai corak warna di seluruh bagian tubuh dan ekornya, guppy snakeskin yang memiliki corak warna kulit ular di ekornya, dan guppy metalik yang warna tubuhnya akan tampak berkilau saat terkena sinar matahari atau lampu.
lainnya tentang Guppy :
Pemeliharaan dan Perawatan Guppy
Pemeliharaan dan Perawatan Guppy dalam rumah cukup mudah, hal ini dikarenakan ikan guppy bukanlah tipe ikan yang tergolong manja sehingga tidak begitu merepotkan untuk di pelihara . Hanya beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam merawat dan memelihara ikan guppy yaitu kualitas air, pemberian pakan, dan sarana penunjang akuarium lainnya.
Persiapan Akuarium
Pemeliharaan guppy di dalam akuarium dapat digabung dengan guppy atau ikan hias jenis lain. Hal ini pula yang membuat hobiis guppy tertarik untuk mengkoleksinya, karena guppy akan terlihat indah berada dalam satu akuarium dengan ikan lain yang memiliki corak warna berbeda. Ukuran akuarium yang digunakan disesuaikan dengan selera masing-masing. Yang terpenting ukuran akuarium tersebut sesuai dengan jumlah ikan yang ada di dalamnya. Jika akuarium terlalu kecil, kualitas air akan mudah rusak sehingga guppy mudah stres dan sakit. Sebaliknya, jika akuarium terlalu besar dan jumlah guppy sedikit, akuarium akan terasa kosong dan keindahan guppynya pun kurang dapat dinikmati.
Sebagai patokan, guppy yang dipelihara tanpa campuran ikan lainnya dapat menggunakan akuarium berukuran 40 x 40 x 60 cm untuk sekitar 50 ekor. Namun jika dipelihara bersama dengan ikan lainnya, ukuran akuarium yang digunakan harus lebih besar, misalnya 100 x 40 x 60 cm.
Sarana penunjang akuarium seperti filter dan lampu flourscene harus tersedia. Filter berfungsi untuk menjaga kejernihan air, sedangkan lampu flouresecene berfungsi sebagai pemanis penampilan akuarium saat akan menikmati keindahan guppy yang ada di dalamnya. Dekorasi yang dibuat bisa berupa dekorasi biotik (menggunakan makhluk hidup seperti tanaman air) atau dekorasi abiotik (menggunakan benda-benda mati, seperti pasir, batu, kerikil kecil, karang, patung, kincir air, tanaman imitasi serta yang lainnya).
Kualitas Air
Kualitas air sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan, dan kualitas warna guppy. Oleh karena itu, air yang digunakan untuk memelihara guppy sebaiknya diendapkan dan diaerasi terlebih dahulu selama dua hari agar terbebas dari zat-zat berbahaya. Guppy akan hidup dengan baik pada air bersuhu 25-28° C dengan pH 7-8. Pada kisaran angka tersebut guppy sangat nafsu makan dan pertumbuhan ekornya akan maksimal. Di bawah angka itu pertumbuhan guppy akan berbanding terbalik, yaitu lambat tumbuh dan bukaan ekornya tidak sempurna. Selain itu guppy akan mati jika pH akuarium sangat asam (<5) atau sangat basa (>9).
Agar kebersihan air tetap terjaga, sitem penyaringan air di dalam akuarium guppy harus benar-benar dirancang dengan baik. Mediapenyaringan dapat berupa under gravel atau sistem penyaringan di luar akuarium dengan menggunakan pompa. Pompa yang digunakan untuk mendistribusikan air kedalam media penyaringan sebaiknya tidak terlalu besar, untuk mencegah guppy tersedot, sehingga akan merusak ekor guppy. Sementara itu, untuk menjaga kualitas airnya, air akuarium guppy harus diganti setiap satu minggu sekali.
Pemberian Pakan
Guppy yang dipelihara di dalam rumah juga di =beri pakan alami dan pakan buatan agar pertumbuhan berjalan dengan baik dan sehat. Sama seperti ikan hias yang lainnya, pemnberian pakan guppy dilakukan dua kali sehari, pakan yang diberikan sebesar 5% dari berat tubuh guppy atau samapi guppy tidak mau memakan lagi pakan yang diberikan. Pkan alami yang diberikan untuk guppy sama dengan pakan yang diberikan untuk cupang hias, yaitu cuk (jentik nyamuk), kutu air, cacing sutra, dan cacing darah. Sementara itu, pakan buatan yang bisa diberikan adalah pelet halus (sesuai bukaan mulut ikan) khusus guppy yang bisa diperoleh di toko ikan hias.
omtimo.org
Baca selengkapnya aku ada disini: April 2011
Minggu, 17 April 2011
budidaya cupang
Penggemar ikan cupang makin hari makin banyak, baik itu dari kalangan anak kecil hingga dewasa. Karena ikan hias tersebut selain rupanya yang cantik juga dapat merupakan tentera yang menarik bila diadu. Ikan ini juga sering disebut ikan laga dan nama latinnya adalah Betta splendens, termasuk dalam famili Anabantidae (Labirynth Fisher). Ekor dan sirip ikan cupang ketika mengembang sungguh memikat para pecinta ikan hias. Warna ikan yang biasa dikenal dengan ikan beta ini sungguh menarik, serta untuk budidaya satwa ini juga tidak membutuhkan tempat yang luas, sehingga bisa dilakukan di rumah.
Konsumen ikan cupang ini adalah para pecinta ikan hias, dan sebagian anak-anak, serta mahasiswa kos yang biasanya menghiasi kamarnya dengan ikan hias. Modal yang dibutuhkan dalam pembudidayaan ikan cupang juga tidaklah besar. Kita hanya mengeluarkan modal sebesar Rp. 5.000.- s/d Rp. 10.000,- untuk sepasang ikan cupang, sebagai indukan. Sebagai wadah tempat ikan atau aquariumnya, kita juga bisa memanfaatkan bekas botol air kemasan yang tentunya kita bisa mendapatkan dengan mudah di sekitar lingkungan rumah. Untuk pakan ikan cupang tidaklah memerlukan pakan ikan yang mahal-mahal, cukup carikan nyamuk mati, jentik-jentik nyamuk atau sisakan beberapa serat daging dari lauk pauk yang kita makan sehari-hari.
Kita juga bisa menjual anakan ikan cupang ke pasaran dengan harga Rp. 1000,- per ekor. Dari sepasang induk ikan cupang bisa dihasilkan 100 s/d 200 anak ikan cupang. Jadi, jika kita hitung keuntungan yang diperoleh dari hal tersebut lumayan besar. Apalagi kalau kita bisa menghasilkan ikan cupang kualitas aduan, kontes atau bahkan kualitas ekspor. Kita bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah per ekor.
Namun, tentunya kita juga harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana mengawinkan ikan cupang hingga berterlur dan menetaskannya. Ikan cupang jantan dan betina meiliki ciri-ciri khusus untuk dipijahkan (berkembang biak):
Ciri-ciri khas yang dimiliki ikan cupang:
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan:
Umur ± 4 bulan.
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
Ciri-ciri ikan betina:
Umur telah mencapai ± 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.
Pemijahan dan perawatan ikan
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan, yaitu:
Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
AnneAhira.com Baca selengkapnya aku ada disini: April 2011
Konsumen ikan cupang ini adalah para pecinta ikan hias, dan sebagian anak-anak, serta mahasiswa kos yang biasanya menghiasi kamarnya dengan ikan hias. Modal yang dibutuhkan dalam pembudidayaan ikan cupang juga tidaklah besar. Kita hanya mengeluarkan modal sebesar Rp. 5.000.- s/d Rp. 10.000,- untuk sepasang ikan cupang, sebagai indukan. Sebagai wadah tempat ikan atau aquariumnya, kita juga bisa memanfaatkan bekas botol air kemasan yang tentunya kita bisa mendapatkan dengan mudah di sekitar lingkungan rumah. Untuk pakan ikan cupang tidaklah memerlukan pakan ikan yang mahal-mahal, cukup carikan nyamuk mati, jentik-jentik nyamuk atau sisakan beberapa serat daging dari lauk pauk yang kita makan sehari-hari.
Kita juga bisa menjual anakan ikan cupang ke pasaran dengan harga Rp. 1000,- per ekor. Dari sepasang induk ikan cupang bisa dihasilkan 100 s/d 200 anak ikan cupang. Jadi, jika kita hitung keuntungan yang diperoleh dari hal tersebut lumayan besar. Apalagi kalau kita bisa menghasilkan ikan cupang kualitas aduan, kontes atau bahkan kualitas ekspor. Kita bisa mendapatkan ratusan ribu rupiah per ekor.
Namun, tentunya kita juga harus mempelajari terlebih dahulu bagaimana mengawinkan ikan cupang hingga berterlur dan menetaskannya. Ikan cupang jantan dan betina meiliki ciri-ciri khusus untuk dipijahkan (berkembang biak):
Ciri-ciri khas yang dimiliki ikan cupang:
Ciri-ciri khas yang dimiliki oleh ikan cupang hias jantan adalah selain warnanya yang indah, siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan:
Umur ± 4 bulan.
Bentuk badan dan siripnya panjang dan berwarna indah.
Gerakannya agresif dan lincah.
Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).
Ciri-ciri ikan betina:
Umur telah mencapai ± 4 bulan
Bentuk badan membulat menandakan siap kawin.
Gerakannya lambat.
Sirip pendek dan warnanya tidak menarik.
kondisi badan sehat.
Pemijahan dan perawatan ikan
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan, yaitu:
Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 – 30 Cm.
Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
Ketika burayak ikan cupang sudah dapat brenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
AnneAhira.com Baca selengkapnya aku ada disini: April 2011
Langganan:
Postingan (Atom)